Selasa, 20 Maret 2012

tugas farmasi


LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
DI APOTEK ANAK SEHAT
LAPORAN
Diajukan Untuk memenuhi Tugas
Praktek Kerja Industri
Di Susun Oleh :

      EVA ROSMAWATI     
           

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YPIB MAJALENGKA
PROGRAM KEAHLIAN FARMASI
 2011


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., yang mana dengan hidayahNya lah kami dapat melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dari tanggal 17 Januari sampai dengan 12 Februari 2011 di Apotek Anak Sehat.
Hasil laporan kegiatan Prakerin ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas Praktek Kerja Industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPIB Majalengka program keahlian Farmasi.
Kami pun sebagai penyusun tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan laporan prakerin ini. Yang diantaranya :
I.            Bapak Wawan Sonjaya, M.Pd., selaku kepala sekolah SMK YPIB Majalengka.
II.            Bapak Drs. H. Rumli R. Surtawikarta, selaku coordinator Prakerin di SMK YPIB Majalengka.
III.            Ibu Siti Sutiyah, S.Si., Apt. selaku pembimbing I di SMK YPIB Majalengka.
IV.            Lin L. Indriani, S.Si., Apt selaku APA di Apotek Anak Sehat yang telah membimbing kami, selama kami prakerin.
V.            Bapak Dedi Supardiana, A.Pi selaku Pemilik Sarana Apotek Anak Sehat.
VI.            Dr. Endang Widajanti Sp.A selaku Dokter di Apotek Anak Sehat
VII.            Kepada semua karyawati yang bekerja di Apotek Anak Sehat yang telah mengajarkan kami, bagaimana caranya untuk kerja di Apotek Anak Sehat
  1. Kepada kedua orang tua kami yang telah memberikan semangat dan dorongannya kepada kami.
Kami pun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, kami siap menerima segala kritik dan saran dari berbagai pihak demi memyempurnakan laporan ini.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dibidang Farmasi khususnya dan di bidang kesehatan pada umumnya.
Majalengka,     Februari 2011
                                                                                                    Penyusun








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR      ………………………………………………………………………………………………..       i
DAFTAR ISI                  …………………………………………………………………………………………………      iii
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………………………………………………..     vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang …………………………………………………………………………………………..     1
1.2  Tujuan Belakang ………………………………………………………………………………………..     1
1.3  Pembahasan Penulisan Laporan ………………………………………………………………..      2
1.4  Kegunaan Penulisan Laporan …………………………………………………………………….      2
BAB II TINJAUAN UMUM APOTEK
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Apotek, Apoteker, dan Asisten Apoteker ………………….       3
2.1.2 Perizinan Apotek …………………………………………………………………………      3
2.1.3 Tugas dan Fungsi Apotek …………………………………………………………….      4
2.1.4 Pengelolaan Apotek …………………………………………………………………….     5
2.2 Sejarah Berdirinya Apotek ………………………………………………………………………….     5
2.3 Struktur Organisasi  …………………………………………………………………………………….    5
2.4 Program Kerja      ……………………………………………………………………………………….    6
2.5 Administrasi Kepegawaian ………………………………………………………………………….    6
2.6 Hubungan Dengan Masyarakat …………………………………………………………………..    7
BAB III PEMBAHASAN KEGIATAN DI APOTEK ANAK SEHAT
3.1 Pengadaan Perbekalan Farmasi ………………………………………………………………….    8
3.2 Penerimaan Perbekalan Farmasi ………………………………………………………………..    9
3.3 Peninjauan Perbekalan Farmasi …………………………………………………………………     9
3.3.1 Kartu Stock ………………………………………………………………………………….      10
3.4 Pelayanan Perbekalan Farmasi …………………………………………………………………..    10
3.5 Pelayanan Informasi Obat ……………………………………………………………………………   12
3.6 Pengelolaan Obat Psikotropika ……………………………………………………………………    12
3.7 Pengelolaan Obat Rusak dan Kadaluarsa ……………………………………………………..   13
3.8 Administrasi Apotek Anak Sehat
3.8.1 Administrasi Pembukuan ……………………………………………………………….   14
3.8.2 Administrasi Keuangan ………………………………………………………………….   16
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………….    17
4.2 Saran …………………………………………………………………………………………………………..    17
DAFTAR PUSTAKA       …………………………………………………………………………………………………..    19
LAMPIRAN 1 DENAH LOKASI APOTEK ANAK SEHAT ………………………………………………………    20
LAMPIRAN 2 STRUKTUR ORGANISASI …………………………………………………………………………..    21
LAMPIRAN 3 ALUR PEMESANAN PERBEKALAN FARMASI ……………………………………………..    22
LAMPIRAN 4 CONTOH SURAT PESANAN (SP) ………………………………………………………………..    23
LAMPIRAN 5 KARTU STOCK ……………………………………………………………………………………………   24
LAMPIRAN 6 DISTRIBUSI OBAT ………………………………………………………………………………………   25
LAMPIRAN 7 ALUR RESEP ……………………………………………………………………………………………….  26
LAMPIRAN 8 CONTOH RESEP DOKTER ……………………………………………………………………………. 27
LAMPIRAN 9 CONTOH SP PSIKOTROPIKA ……………………………………………………………………….. 28
LAMPIRAN 10 CONTOH ETIKET DAN KLIP PLASTIK DI APOTEK ANAK SEHAT …………………… 29
LAMPIRAN 11 CONTOH KWITANSI DI APOTEK ANAK SEHAT ……………………………………………..  30
LAMPIRAN 12 CONTOH BROSUR OBAT ………………………………………………………………………………  31
LAMPIRAN 13 CONTOH NOTA DI APOTEK ANAK SEHAT ……………………………………………………    35
LAMPIRAN 14 CONTOH SALINAN RESEP DI APOTEK ANAK SEHAT ……………………………………            .    36







LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
DI APOTEK ANAK SEHAT

Pembimbing I                                                  Pembimbing II



Siti Sutiyah, S.Si., Apt                                                           Lin L. Indriani, S.Si, Apt


Mengetahui,
Kepala Sekolah                                                                        Ketua Program Keahlian


Drs. Wawan Sonjaya, M.Pd.                                                 Drs. H. Rumli R. Sutawikarta, Apt.








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPIB Majalengka program keahlian Farmasi merupakan salah satu sekolah yang melahirkan tenaga-tenaga Asisten Apoteker yang harus siap kerja di lapangan. Oleh karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPIB Majalengka mengadakan program Prakerin yang salah satu kegiatannya melakukan peninjauan langsung ke Apotek.
Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur bagi siswa dalam menerapkan teori dari sekolah. Pengetahuan yang diperoleh dari sekolah tidak selamanya sama dengan apa yang ada di lapangan. Oleh karena itu, Prakerin merupakan program yang memberikan pengetahuan kepada siswa tentang proses-proses yang terjadi di lapangan secara nyata.
1.2  Tujuan Penulisan
Dengan melakukan Praktek Kerja Industri ini, calon seorang Asisten Apoteker diharapkan bisa lebih memahami dan mengerti akan tugas seorang Asisten Apoteker di Apotek.
Praktek Kerja Industri ini dilaksanakan untuk menambah wawasan, menambah teori kefarmasian, serta pengalaman.
1.3  Pembatasan Penulisan Laporan
Penulisan laporan ini mencakup ruang lingkup Apotek Anak Sehat, antara lain :
  1. Administrasi pembelian
  2. Administrasi penjualan
  3. Administrasi pergudangan
1.4  Kegunaan Penulisan Laporan
Kegunaan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai salah satu syarat ujian Kompetesi Keahlian (UKK) dan Ujian Akhir Nasional (UAN)
  2. Membiasakan siswa hidup mandiri dan berfikir logis juga melatih kedisiplinan siswa dalam dunia kerja
  3. Melatih kreatifitas dalam menuangkan ide yang disusun dalam laporan
  4. Sebagai tolok ukur bagi siswa dalam penerapan teori di Sekolah dan dilapangan





BAB II
TINJAUAN UMUM APOTEK
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Apotek, Apoteker, dan Asisten Apoteker
Berdasarkan Permenkes RI No. 1332/Menkes/SK/X/2002 tanggal 29 Oktober, bahwa yang dimaksud dengan apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Apotek dapat berdiri apabila ada seorang apoteker yang dibantu oleh asisten apoteker untuk melakukan pekerjaannya di apotek.
ü  Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan apotek, mereka yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker.
ü  Asisten Apoteker adalah mereka yang berdasarkan peraturan perrundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai Asisten Apoteker.
2.1.2 Perizinan Apotek
Suatu apotek dapat berdiri apabila memiliki izin apotek dan perizinan apotek, diantaranya :
  1. Surat Izin Apotek (SIA) adalah surat izin yang diberikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) kepada Apoteker atau Apoteker bekerja sama dengan pemilik sarana untuk menyelenggarakan apotek disuatu tempat tertentu.
  2. Izin Apotek diberikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) yang dilimpahkan kewenangannya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mencabut SIA sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Apoteker Pengelola Apotek (APA) adalah Apoteker yang telah diberi Surat Izin Apotek (SIA).

2.1.3 Tugas dan Fungsi Apotek
Menurut Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1980, tugas dan fungsi apotek adalah :
  • Sebagai tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.
  • Sebagai sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat.
  • Sebagai sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyalurkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata.
2.1.4 Pengelolaan Apotek
Pengelolaan apotek meliputi :
i.            Pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpannan, dan penyerahan obat atau bahan obat.
ii.            Pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan sediaan farmasi bermutu baik dan keabsahannya terjamin. Sediaan farmasi yang karena sesuatu hal tidak dapat digunakan lagi atau dilarang digunakan, harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes).
iii.            Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi.

2.2 Sejarah Berdirinya Apotek
Apotek Anak Sehat didirikan di Majalengka pada tahun 2007 oleh Bapak Dedi Supardiana, A.Pi.beliau mendirikan apotek tersebut karena istrinya yang bernama dr. endang Widajanti, Sp.A selaku dokter spesialis anak membuka praktek. Apotek Anak Sehat yang disahkan pada tanggal 22 Oktober 2007, berlaku di Jalan Pramuka No. 13 Majalengka.
Denah lokasi Apotek Anak Sehat dapat di lihat pada lapiran 1.
2.3 Struktur Organisasi
Apotek Anak Sehat di kelola oleh seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA), yang bekerjasama dengan Pemilik Sarana Apotek (PSA).Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai APA, apoteker dibantu oleh asisten apoteker.Struktur Organisasi Apotek Anak Sehat secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 2.
2.4 Program Kerja
Program kerja di Apotek Anak Sehat, ialah :
  1. Menciptakan citra yang positif di mata pasien sehingga menimbulkan percaya dan pasien yakin untuk menebus resep/membeli obat di Apotek Anak Sehat.
  2. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan perbekalan sediaan farmasi.
  3. Memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien.
  4. Memberikan informasi sejelas-selasnya kepada pasien.
2.5 Administrasi Kepegawaian
Jumlah pegawai yang bekerja di Apotek Anak Sehat berjumlah 4 orang, yangterdiri dari satu orang apoteker sebagai Apoteker Pengelola Apotek (APA) dan tiga orang asisten apoteker.
Susunan pegawai serta tugas dan fungsi komponennya :
  1. PSA (Pemilik Sarana Apotek), mempunyai tugas :
1)      Memimpin dan mengatur kerja di apotek
2)      Memberi pengarahan kepada Apoteker dan Asisten Apoteker
3)      Memberikan modal untuk membeli persediaan obat
4)      Mengontrol system keuangan di apotek secara rutin
  1. APA (Apoteker Pengelola Apotek), mempunyai tugas yaitu :
1)      Menyusun dan meneliti rencana kebutuhan yang diperlukan untuk menyediakan obat-obatan dan alkes
2)      Merencanakan, mengatur, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan yang ada dilingkungan apotek.
  1. Asisten Apoteker, mempunyai tugas :
1)      Membantu apoteker dalam kegiatan penyaluran perbekalan farmasi.
2)      Untuk melayani pasien.
3)      Membantu apoteker untuk menyetok obat tiap bulan.
2.6  Hubungan dengan Masyarakat
Hubungan Apotek Anak Sehat dengan masyarakat terjalin dengan baik, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang menebus resep ataupun membeli obat bebas ke Apotek Anak Sehat.
Apotek anak sehat buka dari hari senin sampai dengan hari sabtu, kecuali hari minggu dan hari libur nasional Apotek tutup. Karena dr. Endang Widajanti,Sp.A. tidak praktek.
Apotek Anak Sehat buka mulai dari pukul 6.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Jam sibuk di Apotek Anak Sehat untuk shift pagi mulai dari pukul 06.30-09.30 WIB, selama dr.Endang Widajanti, Sp.A melaksanakan praktek, begitupun untuk shift sore yang dimulai pukul 16.00-20.00 WIB.


BAB III
PEMBAHASAN KEGIATAN DI APOTEK ANAK SEHAT
3.1  Pengadaan Perbekalan Farmasi
Apotek anak sehat memperoleh obat atau perbekalan farmasi berasal dari Pedagang Besar Farmasi(PBF) atau dari apotek lain. Pedagang Besar Farmasi secara intensif mensuplai ketersediaan obat, jarak pengirimannya memiliki waktu yang berbeda-beda, ada yang datang untuk mensuplai setiap tiga kali perminggu, bahkan juga ada pengiriman datang setiap hari.
Waktu pengiriman barang berbeda-beda, ada yang sekarang pesan, besok barang dikirim, adapula yang selang satu hari setelah pemesanan.System pembayaran yang dilakukan terhadap Pedagang Besar Farmasi (PBF) dapat dilakukan secara tunai ataupun kredit.
Pemesanan Obat
Pemesanan obat yang dilakukan di Apotek Anak Sehat yaitu dengan system pemesanan regular (umum). Oleh karena itu, surat pesanan yang digunakan adalah surat pesanan regular, atau bisa juga menggunakan fasilitas media komunikasi.
Alur pemesanan perbekalan farmasi di apotek anak sehat, dapat dilihat pada lampiran 3.
Contoh Surat Pesanan di apotek anak sehat dapat dilihat pada lampiran 4.
3.2  Penerimaan Perbekalan Farmasi
Selang satu atau dua hari barang yang dipesan akan datang dan disertai dengan faktur pembelian. Ketika barang datang, Apoteker/Asisten Apoteker harus segera mengecek faktur dan surat pesanan serta memeriksa kesesuaian barang yang dipesan. Pengecekan barang datang dilakukan dengan cara :
  1. Mencocokan nama barang, nomor batch, jumlah barang, harga barang, expired date dengan keterangan yang tertera pada surat pesanan dan faktur.
  2. Setelah semua barang sesuai dengan pesanan maka faktur diparaf dan distempel. Namun apabila terjadi ketidaksesuaian barang, maka pihak apotek meretur barang tersebut disertai dengan bukti returnya.
  3. Faktur asli diberikan kepada ke PBF, sedangkan copyannya disimpan sebagai arsip apotek.
  4. Apabila pembayaran obat sudah lunas faktur asli yang berada di PBF diserahkan ke Apotek.
3.3  Penyimpanan Perbekalan Farmasi
Penyimpananperbekalan farmasidi ApotekAnak Sehat digolongkan berdasarkan :
1)      Bentuk sediaan (tablet, sirup, drops, salep, dan bentuk sediaan lainnya) yang disusun secara alfabetis.
2)      Berdasarkan FIFO (First In First Out), yaitu obat-obat yang pertama masuk dan pertama keluar dan FEFO (First Expired First Out), yaitu obat-obat yang kadaluarsanya cepat, pertama keluar.
3)      Berdasarkan sifat obatnya yang meliputi penyimpanan obat berdasarkan suhu yang telah ditentukan.
4)      Berdasarkan golongan obatnya, seperti untuk obat golongan bebas dan bebas terbatas disimpan di etalase bagian depan (tidak apa-apa terlihat oleh konsumen), karena golongan obat ini dijual secara bebas kepada pasien. Sementara untuk golongan obat keras dan keras terbatas disimpan di etalase bagian belakang (tidak boleh terlihat oleh konsumen), karena obat golongan ini tidak dijual secara bebas kepada pasien. Begitu pula, untuk golongan obat psikotropika disimpan di suatu lemari yang terpisah dari obat-obat lainnya.
3.3.1        Kartu Stock
Fungsi dari kartu stock ini untuk mencatat barang yang masuk dan keluar yang ditulis perjenis obat.
Contoh karto stock yang digunakan di Apotek Anak Sehat dapat dilihat pada lampiran 5.
3.4  Pelayanan Perbekalan Farmasi
Bentuk atau system saluran distribusi perbekalan farmasi sesuai dengan kebijakan atau peraturan seperti yang tercantum dalam undang-undang kesehatan.
Perbekalan Farmasi menurut Undang-Undang Kesehatan meliputi :
  • Obat
  • Bahan Baku
  • Obat Tradisional (Obat asli Indonesia)
  • Alat Kesehatan
  • Kosmetik
Obat terdiri dari enam golongan yaitu :
  • Obat Narkotik
  • Obat Psikotropika
  • Obat Keras
  • Obat Wajib Apotek
  • Obat Bebas Terbatas
  • Obat Bebas
Distribusi obat secara umum menurut undang-undang dapat dilihat pada lampiran 6.
  1. Pelayanan Resep Dokter
Resep dapat diartikan sebagai pernyataan tertulis dari seorang dokter.Resep harus tertera jelas dan lengkap supaya tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien.Ketidakjelasan/kesimpangsiuran pada resep harus segera dikonfirmasi pada dokter yang menulis resep tersebut. Resep-resep dari dokter tersebut akan diarsipkan, kemudian arsip resep tersebut disimpan selama 3 tahun di apotek. Setelah 3 tahun resep itu akan dimusnahkan dengan cara dibakar serta akan dibuat acara  beritanya.
Alur resep yang berada di apotek anak sehat dapat dilihat pada lampiran 7.
Namun ada pula pelayanan obat tanpa resep dokter, dimana konsumen langsung membeli obat bebas atau bebas terbatas ke apotek anak sehat.
Contoh resep dokter dapat dilihat pada lampiran 8.
3.5  Pelayanan Informasi Obat
Di Apotek Anak Sehat memberikan informasi obat berusaha secara detail, contohnya seperti menjelaskan penggunaan obat tersebut dan memberitahukan fungsi obatnya.
3.6  pengelolaan Obat Psikotropika
Menurut Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1997 psikotropika adalah zat atau obat baik alamiyah ataupun sintetis, bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada system syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada mental dan perilaku.
Obat psikotropika yang ada di apotek anak sehat, adalah sebagai berikut :
1)      Phenobarbital (Luminal) 30 mg
2)      Analsik tablet
3)      Diazepam 2 mg
4)      Sanmag tablet
5)      Stesolid rektal 5 mg
6)      Stesolid rektal 10 mg
Pemesanan obat psikotropika dapat dilakukan dengan menyertakan Surat Pesanan (SP) khusus dan dipisahkan dari SP obat-obat lain. SP obat psikotropika ini dibuat rangkap tiga, hanya saja pemesanan obat psikotropika dapat dipesan dari beberapa Pedagang Besar Farmasi (PBF) tertentu.
Contoh SP dapat dilihat pada lampiran 9.
  • Penyimpanan Obat Psikotropika
Dalam penyimpanan obat psikotropika ini diperlakukan secara khusus.Disimpan disuatu lemari yang terpisah dengan obat keras lainnya.
  • Pelaporan Obat Psikotropika
Obat Psikotropika dalam hal kepemilikannya harus dilaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten.Di Apotek Anak Sehat pelaporannya dilakukan tiap satu bulan sebelum tanggal 10.Laporan ini ditanda tangani oleh Apoteker.
3.7  Pengelolaan Obat Rusak Dan Kadaluarsa
Untuk obat-obat yang mendekati kadaluarsa ataupun sudah kadaluarsa akan diretur (dikembalikan) jika Pedagang Besar Farmasi (PBF) bersedia, tetapi dengan persyaratan tertentu. Tetapi jika PBF tidak bersedia, maka obat-obatan tersebut akan dikumpulkan dan dimusnahkan dengan cara tertentu, contohnya untuk sediaan obat yang berbentuk tablet, cara pemusnahannya yaitu digerus terlebih dahulu, kemudian dikubur dengan tanah. Begitu pula, sediaan obat yang sirup, cara pemusnahannya dibuang sirup tersebut ke tong sampah, baru botol kosongnya dibuang. Dan akan dibuat acaranya.
Untuk meretur obat yang kadaluarsa biasanya PBF memberi persyaratan-persyaratan tertentu seperti, obat-obat tersebut harus dalam keadaan utuh dan harus diretur tiga bulan sebelum expired date.
3.8  Administrasi Appotek Anak Sehat
3.8.1        Administrasi Pembukuan
Administrasi pembukuan in berguna untuk mencatat seluruh kegiatan-kegiatan dan transaksi-transaksi yang telah dillaksanakan. Di Apotek Anak Sehat, buku-buku yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Buku Kas
Buku kas berfungsi untuk mencatat pemasukkan dan pengeluaran uang, penjualan tunai, serta pembayaran kredit. Lajur buku kas terdiri dari debet,kredit dan saldo.
  1. Buku Piutang
Buku piutang berfungsi untuk mencatat pembayaran dari penjualan kredit.
  1. Buku persediaan Barang
Buku persediaan barang berfungsi untuk mencatat pemasukkan barang ke Apotek Anak Sehat.
  1. Buku Pembelian
Buku pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang atau obat-obatan serta tunai, buku pembelian juga untuk mengetahui jumlah pembelian dalam tiap bulan dan retur barang.
  1. Buku Laporan Penjualan
Buku laporan penjualan berfungsi untuk mencatat hasil dari penjualan, untuk mengetahui omset penjualan yang digunakan sebagai dasar laporan keuangan di apotek anak sehat setiap bulannya ke Pemilik Sarana Apotek (PSA).
  1. Buku Penerimaan Barang
Buku penerimaan barang dibuat untuk mencatat pembelian barang, retur penjualan.
  1. Buku Pencatatan Resep
Buku yang digunakan untuk mengarsipkan resep-resep yang ada di apotek.
  1. Buku Pencatatan Psikotropika
Buku yang digunakan untuk mencatat pemasukkan dan pengeluaran obat psikotropika.
  1. Buku Tuslah
Buku tuslah adalah buku servis pelayanan resep.
3.8.2        Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan di Apotek Anak Sehat, meliputi :
  1. Administrasi Penerimaan Uang
Administrasi penerimaan uang di Apotek anak sehat diperoleh dari resep dan penjualan bebas.
  1. Administrasi Pengeluaran Uang
Administrasi pengeluaran uang di apotek anak sehat dipergunakan untuk biaya-biaya apotek, diantaranya :
  • Untuk biaya pegawai
  • Biaya pajak
  • Biaya operasional
  • Biaya listrik
  • Biaya telepon
  • Biaya PAM
  • Peralatan administrasi apotek
  • Pemeliharaan inventaris apotek, dan biaya lainnya.

BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Apotek anak sehat merupakan apotek yang bekerja sama dengan salah seorang dokter spesialis anak, yang bernama dr.Endang Widajanti,Sp.A. Apotek yang berdiri pada tahun 2007 ini, yang didirikan oleh Bapak Dedi Supardiana,A.Pi. yang tiada lain adalah suami dari dr.Endang S.,Sp.A sendiri.
Dari hasil praktek kerja industry (prakerin) di apotek anak sehat kami sebagai penyusun dapat mengambil kesimpulan bahwa prakerin ini memberikan gambaran nyata bagi siswa-siswi untuk mengetahui penerapan ilmu yang didapat didunia pendidikan untuk diterapkan dalam dunia usaha/dunia industry.
Praktek kerja industry merupakan agenda rutin di sekolah menengah kejuruan Farmasi YPIB Majalengka sebagai salah satu syarat ujian kompetensi keahlian.Dalam meningkatkan pelayanan terhadap pasien, Apoteker anak sehat menerapkan system koomputerisasi.
4.2  Saran
  1. Untuk sekolah
  2. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat menerapkan ilmu dari dunia pendidikan kedunia usaha/dunia industry, diharapkan waktu prakerin ditambah, supaya siswa-siswi dapat menyerap ilmu lebih banyak dan bisa lebih matang saat nanti terjun ke dunia kerja.
  3. Ruang lingkup cakupan kawasan pkl sebaiknya diperluas.
  4. Saran penunjang buku materi yang berkaitan dengan aktivitas prakerin agar lebih dilengkapi lagi, agar siswa-siswi lebih tahu dan lebih mendalami ilmu prakerin.
  5. Untuk Apotek
  6. Semoga bisa lebih memperluas lagi ruangan, agar lebih leluasa lagi dalam melakukan peracikan obat.
  7. Bisa lebih baik lagi jika apotek memiliki gudang untuk stock obat.
  8. Bisa lebih melengkapi lagi pengadaan obat agar dapat memenuhi kebutuhan pasien/konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
  1. Darmansyah,  Adi.,   2007, Undang-Undang Kesehatan,  Cetakan ke-1, K3S SMF, DKI Jakarta.
  2. Deni,  dkk.,   2008, Laporan Praktek Kerja Industri Apotek Anak Sehat Majalengka, SMK Farmasi, Majalengka.
  3. 2010,  Manajemen Farmasi, Cetakan ke-5, SMK Farmasi, Jakarta.
  4. Lutfiah,  Siti.,  2006, Psikotropika, Modul 3, Farmasi, Majalengka.
LAMPIRAN 1
DENAH LOKASI APOTEK ANAK SEHAT















LAMPIRAN 2
STRUKTUR ORGANISASI



PSA
DEDI SUPARDIANA,A.Pi.
APA
LIN L. INDRIANI,S.Si.,Apt

Asisten Apoteker 1
Linda Dewi S
Asisten Apoteker 3
Hera

Asisten Apoteker 2
Herlis H.







LAMPIRAN 3
ALUR PEMESANAN PERBEKALAN FARMASI

Mengecek obat di kartu stock/computer atau melihat secara langsung obat yang tidak tersedia/hampir habis.
Obat yang kosong ditulis di SP
(dibuat rangkap 2)
SP asli diserahkan kepada PBF
SP copyannya diarsipkan ke apotek
Barang pesanan datang disertai faktur
Faktur  dan SP di cek
Barang diperiksa
Faktur di paraf dan di cap apotek
Barang disimpan pada tempatnya
LAMPIRAN 4
CONTOH SP






















LAMPIRAN 5
KARTO STOCK






















LAMPIRAN 6
DISTRIBUSI OBAT





                                                                         RESEP
DOKTER
PRODUSEN       PBF        APOTEK                OBAT BEBAS
PASIEN
APOTEK LAIN
RUMAH SAKIT
PUSKESMAS            BALAI PENGOBATAN

LAMPIRAN 7
ALUR RESEP


  1. RESEP
  2. APOTEK
  3. DIBACA DENGAN TELITI DAN SEKSAMA OLEH KARYAWATI DI APOTEK
  4. DIAMBIL OBATNYA SESUAI YANG DIRESEP
  5. JIKA DALAM RESEP ADA RACIKAN, MAKA MEMBUAT RACIKAN OBAT TERSEBUT
  6. MEMBUAT ETIKET
  7. MENEMPEL ETIKET
  8. MEMBERI HARGA KEPADA RESEP
  9. MEMANGGIL NAMA PASIEN
  10. MENJELASKAN PEMAKAIAN OBAT KEPADA PASIEN
  11. MEMBERITAHUKAN HARGA RESEP
LAMPIRAN 8
CONTOH RESEP DOKTER
LAMPIRAN 9
CONTOH SP PSIKOTROPIKA






















LAMPIRAN 10
CONTOH ETIKET DAN KLIP PLASTIK DI APOTEK ANAK SEHAT






















LAMPIRAN 11
CONTOH KWITANSI DI APOTEK ANAK SEHAT






















LAMPIRAN 12
CONTOH BROSUR OBAT






















LAMPIRAN 13
CONTOH NOTA DI APOTEK ANAK SEHAT






















LAMPIRAN 14

1 komentar: